Kamis, 08 Mei 2014

Pergi ke Negeri Seberang


“Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan”

Saya kutip kalimat di atas dari tulisan blog seseorang. Saya merasa yakin bahwa itu benar adanya karena Eisntein lbih tua malah jauh lebih dahulu lahir dengan segudang pengalaman dalam hidupnya. Saya akui bahwa itu benar. Aku selalu berimajinasi untuk pergi ke negara yang aku idam-idamkan, dan itu adalah China. Dari SD, SMP, saya selalu memilih negara lain yang ingin dkunjungi adalah China. Entah kenapa, film dan lagu luar yang pertama kali saya dengar adalah bahasa China. Bahasa Inggris pun masih jarang waktu saya duduk di bangku sekolah dasar. 

Saya selalu berjalan dahulu tanpa tahu bagaimana saya menghentikan langkah kaki saya atau pun saya bahkan tidak tahu kapan saya harus berhenti. Ketika saya mulai berjalan saya hanya berpikir, mengapa saya harus berhenti. Saya manusia diutus TUhan untuk memelihara bumi bukannya berdiam diri?

Minggu, 09 Maret 2014

Ini Tentang Waktu


Detik terus bergerak dari timur ke barat seiring detakan jantungku di malam sunyi ini. ya, waktu terus berjalan walaupun kita terus mencoba untuk melangkah lebih pelan. Waktu yang tidak pernah berhenti memperingatkan kita akan tiap akibat tindakan kita di masa lalu.

Jika ada yang bertanya, apakah yang tidak pernah kembali?
Jawabannya adalah waktu. 
Lalu apakah yang tidak pernah kita lampaui walau kita ingin kejar secapat mungkin?
Jawabanya adalah waktu
Lalu apakah hal yang ingin kita lewati namun tetap saja hal itu kita lewati?
Jawabannya adalah waktu.
 Lalu apakah kita mampu mengendalikan waktu atau waktu yang mengendalikan kita?
Jawabannya adalah . . . 

Sabtu, 01 Februari 2014

Pandangan Politik Aneh Gw



Ok guys, gue tahu gue bukan orang politik dan gue butuh teman yang lain untuk diajak konsultasi terkait situasi politik. Kalau mau ngomongin politik rasanya aneh juga guys karena gue juga gak tahu arti dari politik. Menurut gue politik itu cara, siasat, strategi untuk memenuhi tujuannya. Oleh karena itu, gak akan heran orang akan melakukan apa saja demi tujuan dan ambisi dia. Menurut gue sah sah aja dan wajar kalau orang itu berpolitik asalkan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Inilah yang patut untuk dipertanyakan.
Gue pernah belajar kalau ada yang namanya penghindaran pajak atau tax avoidance. Tax avoidance itu boleh kok dilakukan. Lho? Yaiyalah orang mau memenuhi tujuannya agar pajak yang dibayar gak banyak-banyak banget, caranya menghindari pajak. Itu politik guys. Toh strategi sah-sah aja. Yang dimaksud di sini adalah menghindari pajak secara legal. Legal artinya sesuai dengan prosedur hukum dan peraturan yang ada. Menghindari pajak di sini artinya menggunakan celah hukum. Peraturan dibuat oleh manusia tentunya ada celah atau kelemahan di dalamnya. Orang yang cerdas tentu akan menggunakan celah itu untuk menghindari pajak. Gue yakin itu politik yang bener kok. Yang gak bener adalah ketika sudah aturan yang demikian dan mereka berusaha untuk berbuat curang seperti mengurangi penghasilan atau penjualan yang sebenarnya atau menyembunyikan dividen yang seharusnya diberikan, dan politik kotor lainnya.

Minggu, 29 Desember 2013

Tunngu aku di masa depan


Mungkin aku terlihat tidak mengacuhkan dirinya tetapi sungguh aku tidak bermaksud untuk menghindarinya.

Ketika aku mencoba untuk membuka diri benteng terbesar dalam diri kembali terbentuk. Tameng ini menggeeogoti diri untuk tetap diam dan hanya menganggukan kepala sesekali. Aku mengatakan iya di hadapan teman-temanmu supaya engkau tidak diremehkan mereka. Aku menanggapimu dengan berkata iya, namun dalam hati aku tidak bisa sepenuhnya berkata iya. Biarkan waktu itu berkata iya tetapi di belakang aku akan mengatakan dengan singkat tidak.

You are considered as a pure man for your friends. You are not only called a young man, but you are a boy. How come I can enclose with you. I ever think that I will be the arrogant and selfish, just considering to myself. Nevertheless I do not want to pretend that I do not ignore you. Just maybe  you that can call me that I am the difficult one. Just thinking that I am ignoring you. It is better for you, me, and your friends.

Selasa, 24 Desember 2013

Refleksi tahun 2013



Kadang terasa lucu ketika saya hanya mampu menulis rangkaian kata ini di pagi nan mendung ni hari Natal ini. Senyum tersimpul di bibir ketika membaca ulang tulisan sendiri. Hal yang tiap orang pasti lakukan kalau melihat sejarah hidupnya sendiri. Tertawa ketika melihat naik turunnya emosi. Terdiam ketika mengulas kembali pikiran-pikiran sedih kala dulu. Tetapi inilah dinamika kehidupan yang ingin saya tulis dalam blog ini. Ya, blog saya tidak untuk konsumsi publik sebenarnya. Sekiranya ada yang mau berbagi pengalamannya dengan saya, saya dengan senang hati ingin bertukar pikiran.

Selama setahun terakhir tak terasa kalau dinamika kehidupan saya bergejolak dan berubah menjelang akhir tahun 2013. Setahun yang digelorakan dengan berbagai kebimbangan hati dan ketidakpuasan jiwa. Raga yang ingin melangkah tetapi pikiran tetap jalan di tempat membuat saya tidak melakukan apa-apa selain melanjutkan kegiatan perkuliahan sampai selesai. Syukur teramat harus saya panjatkan kepada Tuhan karena saya mampu mengikuti kuliah tanpa hambatan berarti. Segalanya diberikan dengan mudah, teman, perkerjaan sambilan, dan tugas kuliah. Tugas saya hanya belajar di sini dan saya hanya belajar akhirnya. Apakah saya puas?

Selasa, 03 Desember 2013

Bukti Cinta

Sekarang langit tersenyum di balik sahabatnya, awan. Kadang burung pun tahu bahwa langit tetap tersenyum walaupun awan sahabtanya begitu dekat dengannya hampir setiap waktu. Langit tetap cerah dan bahagia karena dia percaya bahwa matahari selalu ada di sampingnya bahkan percaya matahari akan ada di hatinya menggelorakan semangat yang membarar-bara sehingga geloranya sampai pada manusia yang kadang alpa bahwa Tuhan selalu ada di tempat paling dekat dalam dirinya. Gelora gempita syukur manusia adalah bukti Tuhan ada dalam dirinya. Sungguh, nikmmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan. Angin pun memberikan ruang pada langit untuk melihat dengan lebih jelas tanah dan rerumputan di bawahnya. Air sungai pun kini mengalir dengan lebih deras mengantarkan pesan hangatnya kepada laut yang kadang tak mampu mengendalikan dirinya sendiri. Setidaknya pesan hangat air sungai mampu menghangatkan dan menentramkan sang Poseidon, dewa Laut menurut orang Romawi sehingga laut mampu membawa pulang kembali para nelayan yang mengais nikmat Tuhan di tengah badai sang Poseidon. Angin pun bersejuk-sejukan di bawah langit yang sedang tersenyum sembari laut mengantarkan nelayan pulang ke pondoknya. Dedaunan pun tak luput dari ingatan sang angin bahwa dirinya dibuktikan kehadirannya oleh dedaunan yang selalu melambaikan kebahagiannya pada manusia. 

Senin, 02 Desember 2013

Aku ini memang seorang peng



Kadang mulut tak mampu mengungkap kalimat untuk menjelaskan semua kejadian masa lalu dan keinginan di masa depan. Ketika mulut pun mampu mengurai kalimat, sang lawan bicara pun tetap menganggap hal itu sama dengan yang lain. Ya, jelas memang sama, yaitu ketika hal itu hanya menjadi pelampiasan kegalauan, entah konflik dengan instansi atau konflik dengan orang terdekat kita. Semuanya berakhir sama yaitu berpisah dan memisahkan diri. Apapun alasannya tidak akan mengubah bahwa intinya adalah meninggalkan segalanya di sini. Kalau saja mulut ini bisa bicara, aku ingin mengungkapkan bahwa ada hal yang besar dalam hati ingin diungkap.

Pertama, dengan kebulatan tekad, aku ingin mulai dari awal tanpa melihat wajah tiga tahun yang lalu yang kelam tanpa harapan dan perjuangan. Ingin tidak memikirkan kawan terdekat. Aku hanya ingin memulai layaknya dari nol belajar. Dengan ilmu beberapa tahun ke depan aku mampu membuktikan aku mampu belajar dan bangkit lagi. Namun, tetap hati ini tertambat pada sebuah rumah mungil di sana. Tambatan bahwa aku mempunyai saudara-saudara yang masih harus orang tua emban, orang tua yang semakin menua menuju masa pensiunnya.