Selasa, 24 Desember 2013

Refleksi tahun 2013



Kadang terasa lucu ketika saya hanya mampu menulis rangkaian kata ini di pagi nan mendung ni hari Natal ini. Senyum tersimpul di bibir ketika membaca ulang tulisan sendiri. Hal yang tiap orang pasti lakukan kalau melihat sejarah hidupnya sendiri. Tertawa ketika melihat naik turunnya emosi. Terdiam ketika mengulas kembali pikiran-pikiran sedih kala dulu. Tetapi inilah dinamika kehidupan yang ingin saya tulis dalam blog ini. Ya, blog saya tidak untuk konsumsi publik sebenarnya. Sekiranya ada yang mau berbagi pengalamannya dengan saya, saya dengan senang hati ingin bertukar pikiran.

Selama setahun terakhir tak terasa kalau dinamika kehidupan saya bergejolak dan berubah menjelang akhir tahun 2013. Setahun yang digelorakan dengan berbagai kebimbangan hati dan ketidakpuasan jiwa. Raga yang ingin melangkah tetapi pikiran tetap jalan di tempat membuat saya tidak melakukan apa-apa selain melanjutkan kegiatan perkuliahan sampai selesai. Syukur teramat harus saya panjatkan kepada Tuhan karena saya mampu mengikuti kuliah tanpa hambatan berarti. Segalanya diberikan dengan mudah, teman, perkerjaan sambilan, dan tugas kuliah. Tugas saya hanya belajar di sini dan saya hanya belajar akhirnya. Apakah saya puas?


Menjelang akhir tahun 2013 saya memutar arah perahu saya. Saya membelok kembali ke dermaga, saya tidak tahu apakah saya benar-benar di drmaga atau hanya  berusaha kembali ke dermaga. Atau sebenarnya saya tidak mampu menggerakan perahu saya ke arah yang benar. Yasudahlah, sekarang yang saya Tuhan menuntun saya ke arah yang sekarang ini. Menyenangkan. Bebas. Banyak teman dengan beraneka macam sifat. Saya patut bersyukur saya bisa sampai ke titik ini setelah melewati titik yang lain.

Refleksi tahun 2013 akan sedikit berbeda dengan dua tahun sebelumnya. Sedikit ada nuansa tantangannya. Entah yang bodoh saya yang dahulu atau saya yang tidak peka. Lingkungan yang membentuk saya.  Tidak perlu lagi menyalahkan siapa, kapan, dan di mana lagi. Sekarang 25 Desember 2013. Waktu untuk memperbaiki yang ada, meningkatkan kemampuan diri, menaikkan kepercayaan diri, menumbuhkan semangat untuk tetap hidup, menggelorakan karya diri, dan selalu tersenyum di sepanjang jalan kehidupan ini.

Saya tidak mampu berkata apa lagi karena saya lupa apa yang akan saya tulis. Saya harap teman-teman di sini mampu memberikan hal terbaik melalui tulisan teman-teman. Kita tidak mampu belajar dari diri sendiri saja karena kadang kita perlu belajar dari orang lain untuk mengerti bahwa ternyata Tuhan menciptakan hal yang besar di suatu saat. Teruslah belajar, Win.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar